Berantas Maksiat, Pol PP Musi Rawas Amankan Lima Pemabuk dan 20 Liter Tuak


Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Musi Rawas melakukan kegiatan operasi penertiban warung tuak di wilayah Kecamatan Purwodadi, Sabtu (23/10/2021) malam.

Dalam razia Pol PP di Musi Rawas ini, diamankan lima orang diduga sedang mabuk-mabukan, dua pemilik warung tuak, dan satu jeriken berisi sekitar 20 liter tuak.

Kasat PP Musi Rawas, Dien Candra, mengatakan kegiatan penertiban ini dilakukan dalam rangka menegakkan peraturan daerah (Perda) No.12 tahun 2015, tentang pencegahan dan pemberantasan maksiat di Kabupaten Musi Rawas.

“Operasi penertiban akan terus dilakukan sepanjang ada laporan atau temuan dilapangan terkait adanya perbuatan maksiat yang melanggar Perda No.12 tahun 2016.

Tak hanya di lokasi yang kita datangi semalam, tapi juga di lokasi lain yang kemungkinan ada kegiatan maksiat,” kata Dien Candra, Minggu (24/10/2021).

Dikatakan, operasi penertiban yang dilakukan di wilayah Kecamatan Purwodadi tersebut dilaksanakan setelah adanya informasi bahwa di lokasi atau warung tersebut menjual minuman keras sejenis tuak dan sering dijadikan lokasi untuk minum-minuman tuak.

Dalam operasi penertiban tersebut, pihaknya mengamankan lima orang warga diduga sedang minum tuak di warung tuak tersebut dan 20 liter minuman keras sejenis tuak.

Selain mengamankan lima orang yang sedang minum tuak, pihaknya juga mengamankan dua orang pemilik warung dan selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP Musi Rawas untuk dimintai keterangan.

“Dari  tujuh orang pelanggar itu lima  orang diantaranya tidak memiliki kartu identitas. Selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP Musi Rawas guna dimintai keterangan.

Mereka juga kita minta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi pelanggaran tersebut,” ujatnya. 

Ditambahkan, seluruh warga yang diamankan dalam operasi penertiban penyakit masyarakat tersebut satupun belum ada yang melaksanakan vaksin Covid-19.

Karena itu, pihaknya menyosialisasikan kepada pelanggar tersebut untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19.

“Untuk pemilik warung tuak diberikan peringatan agar tidak membuka warung tuak. Sebab kegiatan itu melanggar pasal 11 ayat 1 Perda No 12 tahun 2016 tentang pencegahan dan pemberantasan maksiat di Kabupaten Musi Rawas,” katanya.





Source link