Minim Anggaran, Tujuh Jembatan Berskala Besar Rampung Dikerjakan


LUBUKLINGGAU, MS – Ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkot Lubuklinggau, dibawah kepemimpinan H. SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar, Bumi Silampari terus menunjukkan geliat pembangunan.

Berbagai langkah dan strategi dilakukan Nanan-panggilan akrab-H SN Prana Putra Sohe- guna menyiasati minimnya anggaran dimiliki agar proses pembangunan masih terus berlanjut.

Terbukti, untuk tahun ini saja, tujuh jembatan berskala besar rampung dikerjakan. Rinciannya satu jembatan di jalan lingkar barat, sementara di wilayah Lubuklinggau Selatan ada empat peningkatan jembatan, dimana salah satunya berada diantara jalan Simpang Periuk menuju Kelurahan Rahma. Ada juga jembatan di daerah irigasi yang sudah masuk proses finishing.

“Ada dua jembatan di lingkar barat yang bakal dibangun. Draft nya sudah diajukan ke Balai Kementerian PUPR agar mendapatkan dana dari APBN. Mudah-mudahan mendapat respon positif,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lubuklinggau, Achmad Asril Asri, ST, M.Si.

Tak hanya jembatan berskala besar, pembangunan jembatan berskala kecil pun dibangun. Salah satunya jembatan diwilayah Tanjung Harapan Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Estimasi awal biaya untuk membangun jalan dari lingkar barat sampai utara dekat kaki Bukit Sulap, sebesar Rp185 miliar. Itu sudah termasuk biaya menyelesaikan dua jembatan di lingkar barat yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR).

“Ada satu jembatan butuh biaya sekitar Rp 25 miliar, satunya lagi Rp 40 miliar. Makanya kami berupaya menjemput anggaran APBN. Biaya Rp 185 miliar itu sesuai estimasi dalam Detail Engenering Design (DED) yang dibuat 2019 lalu,” sebutnya.

Saat pelaksanaan dan setelah ada slot anggaran dijelaskan Asril, tentu bakal ada review mengingat ekskalasi harga material, seperti harga besi yang mengalami kenaikan, maka perlu dilakukan penyesuaian. Mungkin biaya keseluruhannya bisa mencapai angka diatas Rp 200 miliar.

Selain meminta bantuan pemerintah pusat, Pemkot Lubuklinggau juga mengajukan bantuan ke Gubernur Sumsel lebih kurang senilai Rp 25 miliar pada APBD-P Sumsel 2021.

“Dana tersebut bakal dialokasikan untuk meningkatkan fungsional jalan lingkar barat sebesar Rp 15 miliar,” tambahnya.

Pasalnya setelah jembatan ini selesai dibangun, perlu membangun aksebilitas jalan keluar-masuk jembatan. Sedangkan Rp10 miliar lagi rencananya digunakan untuk pelebaran ruas jalan lingkar utara.

Asril menambahkan Gubernur Sumsel, H Herman Deru telah merespon positif usulan Bangub tersebut saat kunjungan di Lubuklinggau baru-baru ini.

“Pak Walikota minta kami jemput bola ke Palembang guna mengintensifkan komunikasi dengan Asisten Pembangunan Setda Provinsi Sumsel agar mengalokasikan penambahan Bangub di APBD-P Sumsel 2021 yang sudah selesai dibahas,” terang dia.

Selain itu lanjut Asril, bakal direalisasikan pula pembangunan jalan masuk dari Dayang Torek menuju Jogoboyo. Dengan estimasi anggaran mencapai Rp15 miliar yang juga mengharapkan kucuran dari Bangub.

“Rencananya kan disitu bukan sekedar membangun ruas jalan. Bakal ada talud dan pengaman jalan juga, sisanya rigid,” tandasnya sambil menambahkan, saat ini Dinas PUPR sedang mempersiapkan usulan-usulan Bangub di APBD 2022.

Selain jembatan dan jalan, saat ini Pemkot Lubuklinggau tengah membangun kawasan wisata terpadu yang ada di Kelurahan Petanang. Tahun ini Pemkot Lubuklinggau telah menyelesaikan akses jalan dengan anggaran Rp30 miliar, yang lagi-lagi bersumber dari APBD Provinsi Sumsel.

“Dana Rp30 miliar itu bukan hanya untuk pengaspalan, tetapi termasuk biaya membangun badan pengaman dan lain sebagainya,” jelas Asril.

Perlu diketahui juga, sebagian anggaran APBD Provinsi Sumsel dialokasikan untuk membangun embung senilai Rp 4,4 miliar. Namun sekarang pengerjaan embung terkendala dengan masyarakat yang meminta kompensisasi segera.

“Tidak bisa secepat itu mengakomodir kompensasi. Perlu pengumpulan data dan menghitung biayanya. Perlu pula payung hukumnya, jangan sampai kami memberi kompensasi namun jadi masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Disinggung soal pinjaman dana PEN, Asril menjelaskan awalnya diajukan Rp 200 miliar namun hanya disetujui Rp125 miliar.
Untuk itu perlu dilakukan review soal rencana kegiatan. Hasilnya ada delapan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan. Prioritasnya untuk peningkatan aksesibilitas dan konektifitas wilayah.

“Ada satu lagi rencana membangun jembatan di Kelurahan Rahma. Kan jalannya belum terkoneksi. Kemudian ada peningkatan jalan di Malus, pelebaran ruas jalan yang dilalui rute exit tol yang harus ditingkatkan. Selanjutnya jalan lingkar selatan dan Muhamad Hasan, juga harus dilakukan pelebaran. Kemudian perbaikan jalan lama arah ke Jambi. Jadi, seluruhnya ada delapan kegiatan yang akan menggunakan dana pinjaman tadi. Skema pembayarannya lima tahun dengan bunga kecil karena sebagian disubsidi oleh Kementerian PU, ” terang Asril.

Selain kawasan wisata terpadu Pemkot Lubuklinggau juga berharap Gubernur Sumsel mengucurkan dana untuk merehab GOR Petanang pada 2022. Sebab dana Bangub rehab GOR Megang yakni untuk timbun-urug, baru dikucurkan Rp 3 miliar dari pengajuan DED Rp20 miliar.

Selain itu, ada pula kolaborasi bantuan anggaran dari Perkim untuk membuat taman olahraga.
“Selain penyelesaian rehab GOR, fokus pembangunam prioritas di tahun 2022 adalah kolam renang Petanang dan revitalisasi inclinator supaya bisa beroperasi lagi,” terang dia.

Asri juga menyampaikan progres pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Binjai, saat ini proses tender sudah dilakukan Balai Prasarana Pemukiman Kementerian PUPR. Infrastrukturnya meliputi pembanguna rel baru, kolam lindi dan akses jalan masuk dalam rel.(dhia)



Source link