Polsek Prabumulih Timur Ringkus Pelaku Diduga Bandar Judi Togel Online


TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH – Johan bin Salim (44) warga Jalan Bangau No 62 RT 01 RW 01 Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih harus mendekam di sel tahanan Polsek Prabumulih Timur akibat ulahnya diduga menjadi bandar judi toto gelap alias togel. Pria anak satu ini diringkus tim Gurita Timur di rumahnya pada Selasa (12/10/2021) sekitar pukul 21.30.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 1 unit handphone Oppo A37 untuk melakukan komunikasi transaksi, 2 lembar kertas catatan togel dan 2 lembar uang pecahan Rp 50 ribu.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, diringkusnya Johan bermula dari laporan warga ke Polsek Prabumulih Timur dan menyebutkan di kediaman pelaku sering terjadi transaksi jual togel.

Mendapat laporan itu tim dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Timur Ipda Haryoni Amin SH langsung melakukan penyelidikan dan mendapati kebenaran informasi tersebut. Tanpa pikir panjang, jajaran petugas langsung meringkus Johan dan berhasil mengamankan kertas catatanan pemasangan nomor di lemari kaca konter tempat pelaku jualan.

“Kita amankan pelaku judi togel online, kita dapat info dari masyarakat lalu kita lakukan penyedikan dan meringkus pelaku,” ungkap Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Herman Rozi didampingi Kanit Reskrim Ipda Haryoni Amin SH ketika diwawancarai, Rabu (13/10/2021).

Haryono menuturkan, mereka akan terus melakukan pengembangan terkait kasus tersebut termasuk pelaku judi lainnya di wilayah hukum Polsek Prabumulih Timur. “Tersangka bukan bandar langsung tapi menyalurkan lagi, akibat perbuatannya ini akan kita jerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tegasnya seraya menuturkan tersangka sudah tiga bulan membuka bisnis togel online itu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Siswa SD di Musi Rawas Dipukul Teman di Sekolah, Masuk ICU tak Sadarkan Diri

Sementara itu, Johan mengaku dirinya bukan bandar namun hanya melanjutkan pemasangan dari teman-temannya dengan cara mengirim pesan Whatsapp ke bandar inisial MM.

“Saya bukan bandar tapi hanya meneruskan siapa yang mau pasang, misal ada yang mau pasang saya teruskan ke MM melalui pesan Whatsapp,” ujarnya.

Johan menuturkan dirinya sudah melakoni hal itu selama 1 tahun terakhir dan tidak ada untung yang di dapat dari menjalankan bisnis itu. “Jumlah uang pasang Rp 30 ribu dan yang pasang hanya dua orang itupun teman saya. Saya dulu pemain namun ada yang titip pasang teman saya, saya hanya pasang tidak ada keuntungan,” kilah pelaku.

Baca berita lainnya langsung dari google news





Source link