Kejari Lubuk Linggau nilai vonis hakim terhadap YA sudah layak


Sumatera Selatan (ANTARA) – Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, menilai vonis hakim terhadap terdakwa Yos Ardiansyah atau YA (21 Tahun) terkait kasus pembunuhan sudah layak meski lebih rendah dari tuntutan.

Terdakwa warga Desa Lubuk Muda, Kecamatan Muara Kelingi, Musi Rawas ini divonis pidana penjara selama delapan tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubuk Linggau, sedangkan tuntutan jaksa penjara selama 12 tahun.

“Terdakwa dituntut 12 tahun penjara atas perbuatannya sedangkan majelis hakim pada Jumat (8/10) memvonis terdakwa dua pertiganya yakni delapan tahun penjara dan itupun sudah sesuai menurut kami,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Lubuk Linggau Firdaus di Lubuk Linggau, Senin.

Sebab dalam hal ini hakim memiliki pertimbangan dengan semua alat bukti dan keterangan saksi-saksi yang ada sebelum memberi putusan terhadap terdakwa terkait kasus pembunuhan dengan motif dendam tersebut.

Namun tidak menutup kemungkinan ada perubahan lantaran masih ada waktu beberapa hari lagi diberikan hakim untuk mempertimbangkan menerima atau mengajukan banding atas vonis tersebut.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terdakwa karena itu sudah menjadi hak terdakwa atau kuasa hukumnya.

“Jika terdakwa keberatan ya silakan mengajukan banding atas tuntutan hakim itu. Kalau kami tegas 12 tahun penjara atau delapan tahun sudah layak,” tandasnya.

Adapun dalam kasus ini terdakwa Yos Ardiansyah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena dengan sengaja membunuh korban berinisial DI pada Minggu (28/3) sekitar pukul 10.30 WIB.

Terdakwa ditangkap personel Kepolisian resor Musi Rawas bersama personel polisi sektor Muara Kelinggi pada Selasa (30/3). Sebelum berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kota Lubuk Linggau. (Induk Pengadilan dari Kabupaten Musi Rawas)

Sementara Kapolres Musi Rawas Ajun Komisris Besar Polisi Effranedy mengatakan terdakwa mengakui nekat membunuh DI karena dendam mengingat korban pernah merudapaksa istrinya.

“Menurut terdakwa, korban pada akhir Januari 2021 menggoda dan merudapaksa istrinya, dan tidak ada niat baik untuk meminta maaf kepada dirinya,” kata dia.

Perlakuan korban terhadap istrinya itu lantas terdakwa membalas dendam dengan cara menghunuskan pisau ke dada korban sebanyak dua kali hingga korban pun tergeletak bersimbah darah dan meninggal dunia meski sempat dibawa warga setempat ke klinik terdekat.





Source link