Dengar Oknum Kades Diduga Terima Setoran dari Penambang Emas Ilegal, Ini Reaksi Wabup Muratara


TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA – Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Ahmad Inayatullah menanggapi soal oknum kepala desa (Kades) yang diduga menerima setoran dari penambang emas ilegal.

Tersangka penambang liar yang tertangkap dalam penggerebekan polisi baru-baru ini berkicau bahwa kegiatan mereka sudah diketahui Kades setempat.

Bahkan diakuinya juga telah memberikan setoran kepada oknum Kades sebesar Rp500 ribu per bulan selama tiga bulan menambang.

“Dalam istilah hukum itu masih praduga tak bersalah, jadi masih kami telusuri, Kades mana,” kata Wabup Muratara, Inayatullah, Minggu (10/10/2021).

Dia sudah menginstruksikan Camat dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP3A) untuk menyelidiki oknum Kades tersebut.

Menurut dia, bila memang ada oknum Kades yang terlibat di balik aktivitas penambangan emas ilegal tersebut, maka harus diproses sesuai aturan yang ada.

“Kita sangat melarang kegiatan merusak lingkungan, jika ada oknum Kades, PNS, pegawai maupun pejabat pemerintahan yang terlibat tentunya itu tidak boleh, karena melanggar hukum dan aturan,” tegas Inayatullah.

Polisi hingga saat ini masih melakukan pendalaman terkait informasi yang diungkap tersangka penambang liar yang sudah tertangkap.

Baca juga: Usai Gerebek Bandar Narkoba di Muara Tiku Muratara, BNN Lubuklinggau Bakal Bentuk Tim Terpadu

Polisi dikabarkan sudah mengantongi identitas oknum Kades yang diduga menerima setoran dari penambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Karang Jaya tersebut.

“Dia (oknum Kades) segera kita panggil untuk dimintai keterangan. Berikan kami waktu untuk melakukan penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Utara, AKP Dedi Rahmad Hidayat.





Source link