Kampung Ulung Jadi Destinasi Wisata setelah Bersolek, Dulu Dikenal Kampung Kumuh


TRIBUN-VIDEO.COM – Akhir-akhir ini Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) rajin berbenah mengembangkan obyek wisatanya.

Kota diperbatasan Sumsel ini diharapkan dapat menarik perhatian para pelancong yang ingin menikmati suasana liburan.

Lokasinya  berada di perbatasan menjadikan Kota Lubuklinggau sebagai salah satu kawasan pelintasan bagi warga Sumsel yang ingin pergi ke beberapa kota lain, seperti Bengkulu dan Jambi.

Kota yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2001 ini memiliki sejumlah obyek wisata khas, mulai dari wisata religi, wisata alam, hingga obyek wisata buatan yang menarik untuk dikunjungi.

Keindahan itu dibalut dengan sentuhan teknologi di obyek wisata sehingga menjadi nilai tambah tersendiri bagi wisata ini.

Baca: TRIBUN TRAVEL UPDATE: Sarapan Angkringan Pagi & Kopi Lepen Sambil Main Air di Tengah Sungai

Ada beberapa obyek wisata yang menjadi ikon Lubuklinggau, terbaru objek wisata yang baru diresmikan yakni Kampung Ulung, Di Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Kampung Ulung dulunya merupakan kampung kumuh yang berada di bantaran Sungai Kelingi, namun kini kesan kumuh pada kampung ini telah berubah dan menjadi lebih bersih.

Di lokasi ini pemerintah membangun tempat swafoto dengan aikon buah durian makanan khas Lubuklinggau, di tempat ini juga dibangun alun-alun untuk nongkrong menghadap ke aliran aliran Sungai Kelingi.

Selain itu, ditempat ini dilengkapi jembatan sepanjang 800 meter yang memanjang sepanjang Kampung Ulung, dilokasi ini pengunjung  bisa menikmati keindahan dan kejernihan aliran Sungai Kelingi.

Baca: TRIBUN TRAVEL UPDATE: Berburu Barang Antik dan Kerajinan Tangan di Pasar Triwindu Solo

Bayangkan saja, sejak diresmikan sepekan lalu, kampung ini selalu ramai di kunjungi.  Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak yang hanya sekedar duduk dengan memanfaatkan lingkungan yang sudah sangat mendukung.

Ketua RT 02 Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Andri Pratama menyampaikan untuk saat ini pengelolaan kampung ulung tersebut masih di kelola secara sukarela oleh warga.

Namun kedepan supaya lebih maksimal pihaknya bersama 10 RT lainnya akan membentuk komunitas sadar wisata, kelompok inilah kedepan diharapkan akan mengelola wisata ini.

“Harapannya kedepan supaya kedepan ini lebih maksimal pengelolaan, karena sayang sudah dibangun tidak dimaksimalkan,” ungkapnya.

Apalagi semenjak Kampung Ulung ini terbentuk banyak pengunjung datang, geliat perekonomian masyarakat tumbuh, masyarakat yang selama ini tidak ada mata pencaharian ada mata pencaharian.

“Hampir setiap sore dan akhir pekan kampung ini ramai dikunjungi pengunjung, masyarakat yang selama ini nganggur jadi berjualan, jadi dampaknya sangat positif,” ujarnya.

(Tribun-Video.com)

Baca berita terkait lainnya di sini





Source link