70.000 Benih Lobster yang Tertangkap di Musi Rawas Dipasok dari Pelabuhan Ratu


TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS – Sebanyak 70.000 benih lobster yang ditangkap Tim Landak Satreskrim Polres Musi Rawas di Desa Srimulyo Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas pada 22 September 2021 lalu dipasok dari wilayah Pelabuhan Ratu Sukabumi Jabar. Benih lobster tersebut akan dijual ke Propinsi Jambi. Demikian terungkap dalam press rilis ungkap kasus di Mapolres Musi Rawas, Senin (27/9/2021).

Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka bernama Widodo, warga Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, mengaku bahwa tersangka mendapatkan benih lobster tersebut dari nelayan di Propinsi Jabar. 

“Pengakuannya beli dari nelayan diwilayah Propinsi Jabar. Ada jaringan maka sampai disini (Musi Rawas), diangkut melalui jalur darat menggunakan mobil Suzuki APV. Dari Jabar benih lobster ini akan dibawa ke Jambi. Di Musi Rawas dipacking lagi, Musi Rawas ini hanya lokasi transit,” kata AKP Alex Andriyan.

Dikatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi ahli, disebutkan bahwa benih lobster sebanyak 70.000 ekor tersebut jika dinilai dengan uang, berkisar Rp7 miliar. 
Disebutkan, untuk sementara, tersangka kasus benih lobster ilegal ini baru satu orang, yaitu tersangka Widodo warga Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas. Namun menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain, karena pihaknya masih melakukan pendalaman tethadap kasus tetsebut.

“Kasusnya masih pendalaman. Kalau pengakuan tersangka baru dua kali membawa benih lobster ini. Dan soal izin, untuk benih lobster ini memang dilarang, jadi ilegal,” kata AKP Alex Andriyan.
Terkait dengan benih lobster hasil tangkapan tersebut, menurutnya sudah dilepas di laut Propinsi Bengkulu. “Kita berkordinasi dengan BKSDA Lahat dan Propinsi Bengkulu. Dan hari itu juga (setelah ditangkap) benih lobster tersebut diberangkatkan ke Bengkulu kemudian dilepas di laut Berkah Propinsi Bengkulu disaksikan pihak BKSDA Bengkulu,” katanya.

Sementara tersangka Widodo saat diwawancarai Sripoku.com mengatakan, dia mendapatkan benih lobster tersebut dari agen diwilayah Pelahuhan Ratu, Propinsi Jabar. Dimana satu ekor benih lobster tersebut dibeli seharga Rp8 ribu. (ahmad farozi)





Source link