Cerita Korban Banjir di Lubuklinggau, Sedang Tidur Kaget Kasurnya Sudah Basah


TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU — Kasur di rumah Abi, warga Kelurahan RT. 5 Kelurahan Dempo Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumsel Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 03.00 WIB pagi tiba-tiba basah.

Abi kaget dan langsung terbangun, ia melihat sekeliling kasurnya sudah dipenuhi  air, spontan ia keluar rumah dan melihat rumahnya sudah terkepung banjir.

“Saya kan tidak di tempat tidur. Kasurnya lesehan, tiba-tiba kasur basah. Ternyata banjir,” kata Abi pada wartawan.

Seketika itu Abi juga langsung membangunkan keluarganya yang lain. Ayahnya Abi, Dedi juga langsung terbangun dan melihat air sudah menggenangi rumahnya.

“Kami langsung bangun memindahkan barang-barang ketempat yang lebih tinggi,” timpalnya.

Diakuinya posisi rumahnya tidak terlalu dekat dengan Sungai Mesat. Namun terimbas banjir yang datang.

“Bukan cuma rumah kami, tapi ada juga tiga rumah warga lainnya, yang terkena banjir,” jelasnya.

Menurut Dedi selama tinggal ditempat itu, jarang sekali terjadi banjir, ia mengenang banjir pernah juga terjadi, namun sudah sangat lama.

“Kalau dak salah tahun 90 an, sudah lama sekali,” ungkapnya.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menyampaikan, hasil pantauan dilapangan daerah yang terdampak yakni Kelurahan Wira Karya, Kelurahan Karya Bakti, Kelurahan Watervang, dan Kelurahan Air Kuti.

“Bencana ini terjadi karena debit air hujan semalam sangat tinggi, kemudian hasil pantauan kita aliran sungai tersumbat oleh sampah dan pepohonan yang tumbuh tidak pernah dibersihkan,” ungkapnya.

Selanjutnya hasil pantauan ternyata yang terdampak banyak bangunan masyarakat berada di daerah aliran sungai (DAS), menurut ketentuannya DAS tidak boleh dibangun kecuali berjarak 30 meter.

“Solusi jangka pendek kita akan melakukan normalisasi  dengan membersihkan aliran sungai dan menebang pohon, selanjutnya untuk jangka panjang kita akan buat talud dititik rawan banjir,” ujarnya. 





Source link