11 Pegawai RSUD Rupit Dapat Sanksi Usai Bupati Muratara Sidak, 9 Diantaranya Dipecat


Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA – Sebanyak 11 pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendapat sanksi. 

Dari 11 pegawai itu, 9 diantaranya menerima sanksi pemecatan atau pemutusan kerja di rumah sakit plat merah tersebut. 

Sedangkan 2 pegawai lainnya mendapat surat peringatan ketiga (SP3) yakni seorang dokter umum dan seorang bidan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Sementara 9 orang yang kena pecat merupakan pegawai berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS) seperti perawat, bidan, portir, dan satpam. 

“Kalau TKS yang dipecat yaitu satpam dua orang, portir satu orang, administrasi satu orang, sisanya bidan dan perawat,” ungkap Direktur RSUD Rupit, dr Ladona kepada Tribunsumsel.com, Rabu (22/9/2021). 

Ladona mengatakan seluruh pegawai yang mendapat sanksi tersebut bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sanksi diberikan atas perintah Bupati Musi Rawas Utara Devi Suhartoni setalah dia inspeksi mendadak (sidak) ke IGD RSUD Rupit pada Senin (20/9/2021) lalu. 

“Pada dasarnya pak bupati kepingin rumah sakit ini bagus, pegawainya disiplin. Beliau sudah berulang kali mengingatkan, nah kemarin itu puncaknya,” kata Ladona.

Dia mengatakan selaku manajemen RSUD Rupit tentu bersikap netral. 





Source link