Warga Mengeluh, Irigasi di Lubuklinggau Ini Timbulkan Bau tak Sedap: Ada yang Gagal Panen


SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU — Saat ini, aliran sungai Daerah Irigasi (DI) Kelingi Tugumulyo, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) telah dikeringkan.

Pasca pengeringan, tumpukan material sampah terlihat berserakan, selain itu kondisi aliran irigasi yang setengah kering meninggalkan bau busuk yang menyengat.

Vikman (53) warga Kelurahan Siring Agung Kecamatan Lubuklinggau Selatan II berharap pasca pengeringan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) wilayah VIII Sumsel segera melakukan perbaikan.

“Harapannya segera diperbaiki karena sepanjang aliran sungai yang kering ini banyak sampah dan menimbulkan bau busuk,” katanya pada Tribunsumsel.com, Selasa (21/9/2021).

Vikman mengungkapkan, bau busuk tersebut bukan hanya berasal tumpukan sampah yang setengah tergenang, juga disebabkan oleh sisa-sisa ikan yang dibuang warga saat awal pengeringan irigasi.

“Kalau dibilang terganggu jelas sebagai masyarakat kami terganggu, karena baunya bila tertiup angin kadang masuk ke rumah,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Tegaskan Kafe Restoran Jangan Pakai Elpiji 3 Kilogram, Polres Lubuklinggau Cari Penimbun

Dampak lain pengeringan irigasi saat ini beberapa petani di wilayah Siring Agung dan Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura) terpaksa gagal panen.

Sebab, ketika pengeringan dilakukan masih ada petani yang belum panen, bahkan ada beberapa petani ada yang usia padinya masih berumur satu bulan lebih.

“Kalau gagal panen akibat pengeringan ini ada beberapa petani, karena usia padinya baru satu bulan lebih, sedangkan aliran irigasi sudah kering, mereka mengira saat pengeringan air irigasi hanya dikecilkan jadi gagal panen,” ungkapnya.

Vikman mengaku mempunyai sawah seluas 1,5 hektare di wilayah Tugu Mulyo, namun sejak mendapat informasi pengeringan ia sudah tidak menanam padi lagi dan beralih menanam sayuran.

“Kalau saya semenjak pengeringan nanam sayur, karena sudah dapat informasi kalau pengeringan dilakukan tidak bisa menanam padi sama sekali,” ujarnya.

Sebagai petani Vikman berharap pembangunan perbaikan irigasi tersebut cepat rampung dan cepat selesai, mengingat menanam padi merupakan mata pencaharian pokoknya selama ini.

“Sebagai petani hanya bisa berharap cepat dikerjakan dan cepat selesai, air kembali mengalir lagi,” tambahnya. (Joy/TS)





Source link