PAD Sarang Walet Di Lubuklinggau Jauh dari Target, Rp 250 Juta Baru Tercapai Rp 100 Juta


Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU –– Penerimaan pajak sarang burung walet di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) belum maksimal.

Badan Penerima Pajak Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Lubuklinggau mencatat hingga memasuki akhir Agustus 2021 capaian target baru tercapai Rp.100 juta dari target Rp. 250 juta.

Padahal di Kota Lubuklinggau sendiri tak sedikit masyarakat yang mengadu nasib melalui usaha sarang walet. Bahkan sarang walet menjamur hingga ketengah pemukiman warga.

Kepala BPPRD Kota Lubuklinggau, Tegi Bayuni melalui Kabid Pajak dan Lainnya, Apri Wawan Diansyah mengungkapkan belum maksimalnya penarikan pajak sarang burung walet ini karena banyak pengusaha yang tidak melapor.

“Supaya maksimal sekarang kita menunggu Peraturan Daerah (Perda) dari perizinan waletnya. Kalau masalah Perda pajak walet ini sudah ada yakni Perda nomor 11 tahun 2010,” ungkapnya pada Tribunsumsel.com, Senin (17/9/2021).

Ia menuturkan sejak tahun 2010 lalu sarang burung walet sudah masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun saat ini pihaknya kesulitan menghitung jumlah wajib pajaknya.

“Karena untuk wajib pajaknya ini susah maksimalnya karena untuk menemui wajib pajaknya susah, karena kebanyakan kadang tidak ada ditempat ketika didatangi,” ungkapnya.

Kemudian pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah gedung walet yang mereka datangi berisi atau tidak, karena apabila masuk kedalam sarang walet
tanpa izin maka akan menyalahi aturan.

“Kalau kita masuk sembarangan nanti mereka kabur, itulah kita tidak bisa masuk sembarangan karena waletnya bisa setres,” ujarnya.

Saat ini BPPRD sudah berkomunikasi untuk lebih melakukan pengetatan melalui perizinan, nanti harapannya melalui perizinan ini potensi PAD bisa dimaksimalkan.

“Karena penarikan pajak ini apabila sudah memenuhi syarat subjektif dan objektifnya itu bisa kita kenakan pajak tanpa harus ada izinnya. Namun kalau belum sinkron dengan perizinan kita terkendala bagaimana mencabut izinnya bila tak berizin,” ungkapnya. (Joy)¬†





Source link