Pertalite dan Solar Langka di Lubuklinggau, Premium Dihapuskan Mulai 16 September Mendatang


Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU — Kini stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite  dan Solar di beberapa SPBU di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) dikeluhkan sejumlah konsumen.

Kekosongan dua jenis BBM ini sudah terjadi beberapa hari terakhir, bahkan kekosongan BBM ini hampir terjadi di semua SPBU.

Akibatnya banyak konsumen pun beralih menggunakan bahan bakar ke pedagang eceran di jalan-jalan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Kota Lubuklinggau, Surya Darma mengaku sejauh belum mendapat laporan terkait kelangkaan BBM jenis Solar dan Pertalite di Kota Lubuklinggau.

“Pertalite sejauh ini penyalurannya masih normal cuma premium yang dikurangi, di Lubuklinggau ada dua SPBU yang masih menjual premium yakni di Megang dan Siring Agung,” ungkap Surya pada Tribunsumsel.com, Kamis (9/9/2021).

Bahkan khusus untuk Premium Disdagrin sudah mendapat pemberitahuan dari Pertamina, terhitung sejak pertengahan September mendatang premium di Kota Lubuklinggau dihapuskan penjualannya.

“Dalam waktu dekat informasi pemerintah premium akan dihapuskan mulai tanggal 16 September mendatang, kebijakan ini dari pemerintah pusat, gantinya Pertalite dan Pertamax 92 dan Turbo,” ujarnya.

Menurutnya bila memang ada kelangkaan di lapangan  kewenangan penyaluran BBM ini ada di Pertamina silahkan koordinasi dengan Pertamina mengapa terjadi kelangkaan..

Ketika disinggung mengenai keluhan dari beberapa SPBU Lubuklinggau yang mengatakan bahwa BBM jenis Pertalite saat ini dikurangi, Surya mengatakan belum mendapat laporan.

“Kita belum ada laporan atau pembicaraan bahwa Pertalite dikurangi, sementara  untuk premium sudah ada,” ungkapnya.

Termasuk keluhan masyarakat terkait gas elpiji 3 Kg ikut langka sepekan terakhir, Surya mengaku belum mendapat informasi dan laporan, karena informasi dari pertamina sekarang semua stabil.

“Sekarang kita belum ada laporan dari masyarakat maupun dari Pertamina,” ungkapnya.

Bahkan, Surya mempertanyakan dimana lokasi gas elpiji 3 Kg yang langka supaya Disdagrin bisa langsung turun menyampaikan langsung dengan SR Pertamina Lubuklinggau.

“Kita sarankan kepada pihak konsumen untuk membeli di pangkalan jangan membeli di pengecer, karena di pangkalan lebih murah sesuai HET yang telah ditetapkan,” ujarnya. (Joy)





Source link