Sepekan Belajar Tatap Muka di Lubuklinggau, Pemkot Minta Orang Tua Tak Berkerumun Saat Jemput Anak


TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU – Sudah sepekan terakhir Sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Lubuklinggau untuk PAUD/TK, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) digelar.

Hasilnya sejauh ini masih banyak orang tua di Kota Lubuklinggau melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) ketika menjemput anaknya di sekolah masing-masing.

Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Sulaiman Kohar mengaku, bila pihaknya bersama Dinas Pendidikan (Disdik) sudah mendatangi beberapa sekolah dan melihat situasi PTM terbatas.

“Yang jadi perhatian kita sekarang orang tua menunggu saat penjemputan karena masih banyak yang kita lihat berkerumun,” ungkapnya pada wartawan usai melakukan sidak di beberapa sekolah, Senin (30/8/2021).

Ia menegaskan, sudah menekankan kepada masing-masing sekolah agar proses pengantaran dan penjemputan oleh orang tua agar mentaati prokes.

“Jangan sampai orang tua berkerumun sementara anak-anaknya taat proses tapi orang tuanya tidak, alhamdulillah sudah kita sampaikan dengan pihak sekolah,” ujarnya.

Dengan dibukanya PTM terbatas saat ini membuat anak-anak sekolah baik SD dan SMP semuanya senang, karena bisa bertemu dengan teman-temannya dan guru di sekolahnya.

“Saya tadi tanya langsung anak SD dan SMP semuanya senang sekali, karena mereka mengaku sudah lama tidak bertemu dengan teman dan guru-gurunya,” ungkapnya.

Sementara, untuk kesiapan sekolah hasil pantauan sementara semua sekolah sudah protokol kesehatan seperti sudah menyiapkan tempat cuci tangan, dan menjaga jarak, termasuk semua siswa sudah menggunakan masker.

“Semuanya saya lihat sudah tertib dan disiplin, termasuk pintu masuk sekolah kita lihat juga terpasang disinfektan,” ujarnya.





Source link