Sukendar Napi Teroris di Lubuklinggau Bebas Murni, Buat Pernyataan Deradikalisasi Setia pada NKRI


TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU — Sukendar bin Seno Handoyo narapidana teroris (Napiter) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) dinyatakan bebas murni.

Warga Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Banyu Asin ini dijemput langsung Densus 88 dari Lapas Kelas II A Lubuklinggau, Senin (23/8/2021) kemarin.

Kepala Lapas Kelas IIA Lubuklinggau, Imam Purwanto, melalui KPLP, D Krihastoni menjelaskan Sukendar telah menjalani masa hukuman sejak 2017, saat ini baru bebas murni.

“Memang sudah beberapa kali mendapat remisi Lebaran maupun HUT RI. Itu karena Sukendar bersedia membuat surat pernyataan deradikalisasi dan surat pernyataan setia dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya pada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya setelah mengakui setia mengakui NKRI ditambah habis masa pidana. “Semoga yang bersangkutan tetap warga NKRI sepenuhnya dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang merugikan dirinya sendiri,” ungkapnya.

Sukendar merupakan narapidana titipan yang dikirim ke Lapas Kelas II A Lubuklinggau dari Lapas Gunung Sindur Bogor, setelah terlibat kasus pengeboman di wilayah Jakarta.

“Setelah mendapat vonis empat tahun penjara dikirim ke Lubuklinggau, selama disini (dalam Lapas) Sukendar orangnya baik dan mampu bergaul dengan lain,” ungkapnya.

Dia berharap yang telah menjalani hukuman bisa kembali keluarganya dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Baca juga: Mengenal Kapolsek Indralaya Iptu Herman Romlie, Dua Kali Gerebek Kampung Narkoba Tangga Buntung

Sementara satu narapidana teroris lainnya, atas nama Wahyu tidak diajukan mendapat remisi sama sekali karena tidak mau membuat surat deradikalisasi dan membuat peryataan setia dengan NKRI.

“Mungkin itu pilihan dia (Wahyu) sudah keyakinannya, bulan 11 nanti bebas, padahal dia (Wahyu) orangnya baik, komunikasinya baik, selama ini kita sering komunikasi saat melakukan pendampingan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah napi yang mendapat remisi bebas pada HUT ke – 76 Republik Indonesia kemarin ada 23 napi, tapi untuk yang 14 napi lainnya sudah bebas lebih dahulu melalui program asimilasi, jadi hanya tersisa 8 orang napi.

“Tujuan pemberian remisi ini diharapkan menjadi stimulus bagi warga binaan untuk berkelakuan baik dan berperan aktif dalam program pembinaan yang diselenggarakan oleh lapas Lubuklinggau,” ungkapnya.

Selain delapan orang dinyatakan bebas, napi yang mendapat remisi umum satu bulan sebanyak 103 napi, remisi umum dua bulan sebanyak 158 napi, remisi umum tiga bulan sebanyak 135 napi, remisi umum empat bulan sebanyak 66 napi dan remisi umum lima bulan sebanyak 88 napi. 

Baca berita lainnya langsung dari google news





Source link